3 Alasan Pakar Kesehatan Melarang Kita Makan Ikan Nila

3 Alasan Pakar Kesehatan Melarang Kita Makan Ikan Nila

Gambar Ilustrasi Via Pixabay.com

Ketika anda berada di bagian makanan laut di supermarket atau toko kelontong, perhatikan bahwa ikan nila adalah salah satu item yang paling umum di jumpai. Ikan nila telah menjadi ikan yang paling tersedia di setiap negara termasuk negara amerika serikat dan indonesia.

Salah satu masalah utama dengan ikan nila adalah sulit untuk menemukan daging ikan nila yang tidak tercemar dengan kandungan obat-obatan karena mereka tidak ada yang berasal dari alam liar. Ikan-ikan nila di tempat pembudidayaannya cenderung diberi makanan oleh para pemiliknya biasanya dengan pelet ikan atau jagung transgenik. Ikan nila yang dibudidayakan dapat memberikan banyak masalah kesehatan. Menurut penelitian, ikan nila yang dibudidayakan mampu menyebabkan beberapa risiko penyakit berikut ini:

1. Meningkatkan Risiko Peradangan

Konsumsi ikan nila yang dibudidayakan dapat menyebabkan banyak penyakit terkait peradangan termasuk gagal jantung, asma, arthritis dan banyak lagi yang lainnya. Di sisi lain, orang-orang yang tidak tahu hal-hal ini, banyak yang mengonsumsi ikan nila karena mereka melihatnya sebagai sumber untuk omega-3, mereka memasukkannya ke dalam banyak hidangan mereka namun mereka tidak sadar jika kesehatan jantung mereka memburuk.

Banyak ahli kesehatan yang memberi tahu orang-orang untuk berhenti mengonsumsi bacon dan hamburger untuk mencegah penyakit peradangan dan risiko penyakit lainnya, tetapi ia melupakan konsumsi ikan nila yang sesungguhnya juga dapat menyebabkan penyakit peradangan. Dapatkah anda percaya bahwa ikan nila dapat memberikan lebih banyak penyakit peradangan daripada hamburger yang lezat dan kaya kalori?

Baca juga: 8 Makanan Selain Daging Yang Mengandung Zat Besi

2. Meningkatkan Paparan Pestisida dan Antibiotik

Tidak mengherankan bahwa daging dari ikan nila yang dibudidayakan cenderung diperlakukan dengan tidak alami karena para pemiliknya menggunakan obat obatan kimia agar ikan nya tidak terserang penyakit. Obat yang dipakai oleh para pembudidaya ikan nila diantaranya adalah antibiotik dan pestisida.

Ikan yang dibudidayakan terutama ikan nila mampu mengembangkan penyakit yang sangat serius yang dapat menyebar ke orang lain. Ini terjadi karena kondisi hidup yang buruk dan pola makan yang buruk dari ikan nila itu sendiri.

Untuk mencegah ikan agar tidak terserang penyakit atau bahkan mati, para petani memberi mereka banyak antibiotik. Dengan memberikan banyak antibiotik, ikan akan menjadi gemuk dan enak untuk di santap. Tetapi masalah utama dari ini adalah antibiotik yang dikonsumsi ikan nila juga bisa masuk ke tubuh kita dan membawa berbagai penyakit.

3. Meningkatkan Risiko Kanker

Ada perbedaan besar antara ikan nila yang dibudidayakan dan ikan nila liar. Ikan nila  yang dibudidayakan membawa racun karsinogenik sepuluh kali lebih banyak daripada yang nila liar. Siapa pun yang mengonsumsi ikan nila yang dibudidayakan, secara umum karena mereka merasa ikan tersebut lebih murah dari pada ikan lainnya di pasar.

Kebanyakan orang tidak menyadari hal hal yang timbul setelah makan ikan nila yang dibudidayakan, salah satunya mereka tidak sadar dengan risiko dan penyakit kanker yang bisa timbul ketika kita makan ikan nila yang dibudidayakan tersebut.

Baca juga: 7 Campuran Makanan Yang Bisa Menjadi Racun Bagi Tubuh

Apa yang harus anda lakukan sehingga tetap sehat dalam mengonsumsi ikan ? Anda perlu Berhati-hati dengan ikan yang anda beli, pastikan itu dari alam liar, pastikan bahwa itu tidak diolah. Karena hanya dengan cara itu anda dapat melindungi diri anda dari sifat-sifat karsinogenik dan bahan kimia yang terkandung dalam ikan.

3 Alasan Pakar Kesehatan Melarang Kita Makan Ikan Nila | Siopung | 4.5