6 Kasus Hoax Yang Berakibat Fatal Sepanjang Sejarah Dunia

Kebohongan Di Dunia Yang Berakibat Fatal

Kebohongan Di Dunia Yang Berakibat Fatal

Dunia dipenuhi dengan misteri. Ditambah lagi adanya motif – motif dari berbagai pihak untuk mewujudkan kepentingan dan ambisi mereka. Hal tersebutlah yang kemudian melahirkan kebohongan yang dipercaya oleh banyak orang.

Membedakan kebohongan dengan apa yang sebenarnya terjadi agaknya memang sulit apalagi ketika banyak yang sudah dari lama percaya akan kebohongan tersebut. Meskipun muncul fakta yang dapat meruntuhkan sebuah kebohongan, tidak mudah menghapuskan paradigma masyarakat jika kebohongan itulah yang terlihat lebih nyata.

Lebih dari sekedar menutup mata banyak orang pada sebuah kenyataan, ada beberapa kebohongan di dunia yang imbasnya begitu menghancurkan. Kebohongan tersebut berakibat pada banyaknya orang yang menjadi korban, muncul berbagai kasus lain, sampai menyebabkan ratusan ribu jiwa melayang.

Di bawah ini terdapat 6 kebohongan di dunia yang berakibat fatal dan menghancurkan sepanjang sejarah.

1. Penipuan Investasi Bernie Madoff

Bernie Madoff

Bernie Madoff

Nama Bernard Madoff atau dipanggil Bernie dikaitkan dengan penipuan investasi dengan skema Ponzi terbesar dalam sejarah. Pria kelahiran New York, 29 April 1938 ini ditangkap setelah aset ‘bodong’ perusahaannya terungkap yang berhasil menghilangkan uang para korbannya sejumlah $ 18 miliar.

Bermula pada tahun 1960, Bernie mendirikan sebuah perusahaan investasi bersama istrinya, Ruth Alpern, yang diberi nama Bernard L. Madoff Investment Securities. Perusahaan Madoff tersebut berkembang secara cepat berkat janji investasi yang dihasilkan sangatlah besar.

Dari mulut ke mulut sampai para pesohor pun percaya untuk menginvestasikan uangnya pada Bernie, seperti Spielberg, Larry King, Kevin Bacon, dan lembaga keuangan besar lain.

Banyak investor ikut menanamkan modalnya sebab Bernie punya reputasi yang baik apalagi setelah ia berperan dalam merintis Nasdaq. Pernah mendominasi 5 persen perdagangan saham di New York Stock Exchange tahun 1980, kecurigaan para investor pada perusahaan Bernie mulai mencuat di tahun 2008 saat banyak dari mereka ingin menarik uang hasil investasi.

Akhir 2008, Bernie Madoff ditangkap bersamaan dengan terungkapnya kebohongan besar yang ia lakukan. Madoff divonis hukuman penjara selama 150 tahun setelah dilaporkan oleh kedua anaknya, Andrew dan Mark.

Baca Dulu : 7 Negara Di Dunia Yang Tercata Memiliki Pajak Tertinggi

Mark memutuskan mengakhiri hidupnya di usia 46 tahun dan Andrew meninggal karena penyakit kanker di usia 48 tahun.

2. Saddam Hussein Memiliki Senjata Pemusnah Massal

Saddam Hussein

Saddam Hussein

Peristiwa 9/11 atau Serangan 11 September 2001 di New York merupakan sebuah aksi terorisme yang begitu tragis. Setelah kejadian tersebut, Amerika Serikat menyerang balik negara asal Al Qaeda, yakni kelompok dibalik pengeboman itu, dan pemerintahan percaya bahwa Saddam Hussein selain turut berkonspirasi ia memiliki senjata pemusnah massal yang akan digunakan untuk memerangi Amerika.

Informasi demikian didapatkan oleh pemerintah Bush ketika itu dari seorang informan asal Irak yang dijuluki “Curveball”. Namun demikian, intelijan yang terjun langsung tidak menemukan bukti dari informasi tersebut.

Pada akhirnya, Presiden Bush di tahun 2002 tetap menyatakan perang dengan memberikan pernyataan bahwa Saddam Hussein menimbun bahan kimia dan biologi yang mematikan bahkan membangun bom nuklir. Amerika Serikat pun melancarkan serangan perang melawan Irak di tahun 2003.

Berawal dari ‘kebohongan’ tersebut, ratusan ribu orang meninggal dalam perang baik dari pihak Amerika maupun Irak. Biaya yang dihabiskan untuk perang tersebut mencapai 2,4 triliun Dolar.

3. Wartawan Walter Duranty

walter duranty

Walter Duranty Via spartacus-educational.com

Joseph Stalin seorang diktator Uni Soviet pada tahun 1930-an bertekad membuat regulasi untuk menghapus pertanian swasta di Ukraina dan menempatkan para penduduknya ke daerah yang dikuasai Soviet. Kebijakan yang dibuat Sekretaris Jendral Partai Komunis ini mengakibatkan daerah tersebut kelaparan. Setidaknya dua sampai empat juta orang mati kelaparan.

Pada dunia, pemerintah Soviet membantah adanya permasalahan. Pernyataan Stalin dimuat di banyak surat kabar yang salah satunya yakni New York Times. Wartawan penulis berita tersebut ialah Walter Duranty.

Walter Duranty yang bekerja sebagai reporter untuk New York Times ini menuliskan bahwa peristiwa di Soviet ketika itu bukan kelaparan. New York Times merupakan surat kabar bergengsi sehingga banyak orang yang percaya soal isi beritanya.

Tak hanya menulis tentang ketidakbenaran isu kelaparan di Soviet, tulisan Duranty juga bernada setuju pada kebrutalan rezim Stalin karena hal tersebut bermanfaat bagi Rusia sendiri. Berkat berita yang ditulisnya soal Soviet itu, Waltery Duranty pun mendapatkan Penghargaan Pulitzer yang dianggap sebagai penghargaan tertinggi di bidang jurnalisme Amerika.

Di sisi lain, imbas dari pernyataan Duranty meyakinkan para pemimpin Barat bahwa memang tidak ada masalah kelaparan di Soviet dan mereka tidak perlu membantu sehingga semakin banyak orang yang mati.

4. Skandal Dreyfus

Alfred Dreyfus

Alfred Dreyfus

Pada tahun 1894, intelijen militer Perancis mengetahui bahwa Jerman menerima informasi rahasia mengenai artileri Perancis yang baru. Di dalam peristiwa tersebut, Letnan Kolonel Alfred Dreyfus dituduh sebagai tersangka yang membocorkan intel. Kualifikasi yang menyebabkan Dreyfus menjadi tersangka adalah karena Dreyfus beragama Yahudi.

Selanjutnya, Dreyfus diadili oleh pengadilan militer dan dinyatakan bersalah. Tak hanya semua pangkatnya dicabut, Dreyfus pun diasingkan ke Pulau Iblis yang terletak di lepas pantai Amerika Selatan. Para pejabat militer bersikukuh jika Dreyfus bersalah dan berkhianat. Mereka berkata bahwa salah satu buktinya adalah ‘Dreyfus membuat semuanya menghilang’.

Namun kemudian, pada tahun 1896 muncul fakta baru bahwa pengkhianat sebenarnya adalah perwira lain. Publik mengajukan protes atas keyakinan mereka Dreyfus tidak bersalah tetapi pihak militer mengabaikannya dan justru menghukum Dreyfus lagi.

Selain menghukum orang yang tidak bersalah, skandal tersebut memecah belah negara sehingga terbagi menjadi kelas sosial, kelompok umur, dan partai politik. Kurangnya persatuan Perancis ketika itu mengakibatkan kelemahan dalam segi pertahanan diri sehingga kalah dalam perang. Dreyfus baru dinyatakan tidak bersalah oleh militer Perancis pada tahun 1995.

5. Kebohongan Manusia Piltdown Charles Dawson

Charles Dawson

Charles Dawson

Charles Darwin terkenal dengan teori evolusinya “On the Origin of Species” pada tahun 1859. Teori tersebut memiliki bagian yang hilang yakni bukti fosil nenek moyang manusia. Para ilmuwan pun berbondong – bondong mencari ‘rantai yang hilang’ tersebut.

Pada tahun 1910, seorang arkeolog, Charles Dawson mengklaim menermukan hal yang hilang tersebut. Penemuan itu adalah manusia Piltdown yang merupakan potongan tengkorang dan rahang.

Dawson mengaku menemukan fosil tersebut di tambang Piltdown terletak di Sussex, Inggris. Dawson menunjukkan penemuannya pada Arthur Smith dan dinyatakan keasliannya.

Dunia pun turut menyatakan keaslian penemuan Dawson tersebut. Namun demikian, perlahan – lahan kebohongan Dawson mulai terungkap.

Pada tahun 1950-an, setelah melalui berbagai tes dinyatakan bahwa tengkorak tersebut berusia 600 tahun dan rahangnya bukanlah milik manusia melainkan berasal dari orang utan.

Fosil utuh tersebut ternyata terdiri dari berbagai potongan yang dimanipulasi. Dunia ilmiah berhasil tertipu dan kebohongan Dawson ini merupakan penipuan dalam teori evolusi terbesar sepanjang sejarah.

6. Pembantaian Yahudi Adolf Hitler

Adolf Hitler

Adolf Hitler

Nazisme muncul di Jerman di tahun 1930-an. Ketika itu memang orang – oang Yahudi telah mengalami sejarah yang panjang mengenai prasangka buruk dan penganiayaan.

Meskipun sudah berabad – abad didasari oleh kebohongan, kebohongan Nazi yang satu ini memiliki imbas yang paling dahsyat. Kebijakan tersebut dikenal dengan sebutan ‘Solusi Akhir’, yakni tindakan untuk menghilangkan orang Yahudi dari dunia.

Adolf Hitler bersama menteri Joseph Goebbels mengeluarkan kampanye besar untuk meyakinkan Jerman bahwa Yahudi merupakan musuh mereka. Hitler dan kroninya menyebarkan kebohongan dengan menyebut Yahudi sebagai sumber dari semua masalah yang ada di Jerman termasuk kekalahan Jerman di Perang Dunia I.

Selain itu, dikatakan pula bahwa Yahudi membunuh anak – anak Kristen dalam sebuah ritual dan mengambil darah mereka untuk dimakan bersama roti saat Paskah. Orang Yahudi benar – benar dijadikan sebagai kambing hitam dan Hitler mengakui sendiri jika itu sebuah ‘kebohongan besar’.

Hitler berpegang pada prinsip bahwa tidak peduli seberapa besar kebohongan, orang akan percaya apabila terus – menerus diulangi.

Akibatnya, banyak orang Yahudi dibunuh dan disiksa bahkan anak – anak dan wanita pun tak terlepas dari ‘perburuan’. Mereka dibunuh baik dengan cara cepat maupun lambat. Peristiwa itu terbilang sebagai genosida yang brutal sepanjang sejarah.

Baca juga10 Negara Adidaya Dengan Tentara Militer Terkuat di Dunia

Demikianlah daftar 6 kasus kebohongan besar yang bisa dikatakan berakibat fatal sepanjang sejarah. Banyak orang yang tidak bersalah menjadi korban atas kebohongan yang diciptakan.

Berbagai peristiwa sejarah tersebut mengajarkan bahwa kita harus menilik lebih dalam sebuah isu dan jangan sampai langsung percaya begitu saja karena akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

6 Kasus Hoax Yang Berakibat Fatal Sepanjang Sejarah Dunia | anarostiana | 4.5