10 Negara Yang Memiliki Kota Paling Kotor Di Dunia

Kota Paling Kotor di Dunia

Kota Paling Kotor di Dunia

Kebersihan dari sebuah kota berpengaruh terhadap citra dari kota itu sendiri. Kota yang bersih tentunya menciptakan hidup yang sehat dan nyaman bagi para penduduk setempat di sana.

Bukan hanya penduduk yang tinggal di sebuah kota itu, tak jarang orang asing pun bisa saja berkesempatan mengunjunginya. Keadaan kota yang kotor pastilah berpengaruh terhadap kesan para turis yang sedang berkunjung apalagi jika sedang dalam perjalanan liburan.

Banyak kota di dunia bahkan memberlakukan kebijakan yang ketat agar lingkungan di sana selalu bersih. Akan tetapi, ada pula beberapa kota yang kotor karena faktor geografis sehingga sering terjadi bencana alam yang kemudian menyebabkan sumber daya sulit didapat dan menimbulkan kemiskinan.

Berbicara soal kebersihan di sebuah kota, berikut ini terangkum daftar 10 kota paling kotor di dunia.

10. Port Au Prince, Haiti

Port Au Prince

Port Au Prince

Port Au Prince merupakan sebuah kota yang terdiri dari daerah kumuh besar di lereng bukitnya. Ditempa bencana gempa bumi pada tahun 2010, terjadi banyak kehancuran pada bangunan di kota tersebut. Selain itu, Port Au Prince juga menjadi korban berbagai badai sehingga menjadikannya tempat yang berbahaya untuk dihuni.

Kota yang memiliki banyak pabrik, dulunya menjadi salah satu tujuan wisata populer dan pemberhentian kapal pesiar. Akan tetapi, dalam beberapa tahun terakhir semakin meredup karena terdapat banyak masalah terutama soal kurangnya keselamatan.

Baca Dulu5 Negara Yang Memiliki Kota Paling Ekstrim Di Dunia Saat Ini

Meskipun telah ada regenerasi sejak peristiwa bencana alam, kota ini menderita kemiskinan serta tingginya jumlah pengangguran dan sebagian penduduk masih tinggal di tenda – tenda atau puing-puing.

9. Mexico City, Mexico

Mexico City

Mexico City

Mexico City adalah rumah bagi sekitar 26 juta orang. Dikelilingi oleh pegunungan dan gunung berapi, membuat kota ini memiliki kualitas udara sangat buruk. Polusi yang sudah ada lalu diperparah oleh emisi industri dan karbon. Itu mengakibatkan selalu terlihat lapisan asap di langit kota setiap harinya.

Populasi penduduk di Mexico juga semakin membengkak dalam beberapa dekade terakhir. Pemerintah setempat telah berjuang untuk mengatasi lebih banyak imigran yang datang.

Mexico memiliki reputasi yang berbahaya akibat banyaknya bencana alam, kejahatan, dan polusi udara. Terdapat pula kekhawatiran akan korupsi di kepolisian dan lembaga pemerintah lainnya.

8. Addis Ababa, Ethiopia

Addis Ababa

Addis Ababa

Ibukota Ethiopia, Addis Ababa, menjadi bagian dari negara dunia ketiga dengan beberapa penduduk yang tidak memiliki akses ke toilet yang memadai. Selain itu, di kota ini tingkat kejahatannya moderat bahkan Forbes menyebutnya sebagai kota paling kotor keenam di dunia.

Alasan utama untuk julukan tersebut adalah kurangnya sanitasi yang memadai sehingga menyebabkan angka kematian bayi dan kematian anak tinggi. Banyak penduduk hidup di bawah garis kemiskinan dan beberapa orang akhirnya terpaksa menjadi pekerja seks demi menghidupi diri sendiri dan keluarganya.

Permukiman kumuh dan perumahan layak huni berdiri berdampingan di beberapa bagian Addis Ababa, membuatnya sulit untuk menghindari kotoran dan kemiskinan.

7. Mumbai, India

Mumbai, India

Mumbai, India

Para pelancong yang berkunjung ke kota Mumbai banyak mengatakan bahwa Mumbai adalah salah satu tempat paling kotor di India dan tampak kumuh apabila dibandingkan dengan kota – kota tetangganya. Kemiskinan sangat besar sampai – sampai pengemis banyak menghuni sudut jalan.

Meskipun merupakan ibukota keuangan India, banyak orang India sendiri yang datang ke Mumbai untuk menghasilkan uang ingin pergi secepat mungkin dari sana. Hal ini menunjukkan kurangnya rasa bangga dan hormat para warganya sendiri.

Ada yang mengatakan bahwa orang India lebih peduli hak mereka ketimbang kewajiban yang harus dilakukan. Sedikit banyak itu mungkin bisa menjelaskan alasan kota yang terlihat begitu kotor.

6. Baghdad, Iraq

Baghdad

Baghdad

Bagdad mengalami lebih dari cukup banyak masalah selama bertahun – tahun. Masalah tersebut turut berkontribusi pada fakta bahwa kota itu menjadi sangat kotor dan sungai Tigris yang mengalir semakin kotor dari tahun ke tahun.

Air limbah tidak diolah dan menyebabkan pencemaran air yang berbahaya sehingga menimbulkan berbagai penyakit. Tidak ada infrastruktur yang memadai untuk menangani krisis kebersihan ini bahkan rumah sakit dan bahkan kilang minyak pun ikut membuang limbah ke sungai.

Warga terpaksa mengandalkan tanker air keliling untuk menghindari berbagai penyakit yang bisa timbul jika meminum air dari sungai setempat.

5. Moscow, Russia

Moscow

Moscow

Wilayah Moskow ialah rumah bagi krisis TPA yang mencemari daerah itu dengan limbah dengan potensi beracun. Kurangnya inisiatif daur ulang di Moskow dan meningkatnya lokasi TPA menimbulkan masalah bagi penduduk setempat.

Banyak dari penduduk yang harus bergantung pada masker gas untuk menghindari polusi. Moskow bahkan tidak memiliki sumber air minum yang bagus. Selain itu, polusi udara memperburuk masalah karena semakin banyak warganya yang menderita penyakit paru – paru dan penyakit terkait polusi lainnya.

Ketika cuaca bersalju, masalah yang timbul semakin buruk karena jalan yang diampelas justru meningkatkan kotoran di jalan saat salju mencair.

4. Delhi, India

Delhi

Delhi

Banyak penduduk Delhi masih melakukan kebiasaan mengunyah paan, paket daun Sirih yang mungkin mengandung tembakau, dan yang digunakan sebagai pembersih langit – langit. Akan tetapi, hal ini meninggalkan tanda merah yang tidak enak dilihat di trotoar.

Para pengunjung kota ini banyak melaporkan lautan sampah di Delhi dengan bau sisa kotoran dan makanan yang membusuk. Ditambah lagi, hewan yang berkeliaran menjadi masalah, seperti anjing dan sapi yang mengacak – acak sampah di jalanan. Apalagi di India sapi dianggap hewa yang suci jadi tidak ada yang berani mengatur dan ‘melarang’ para sapi melakukan sesuatu.

Selain itu, Delhi juga termasuk kota yang sangat padat sehingga dengan banyaknya orang dan kendaraan menambah kumuh dan kotor kota tersebut.

3. Antananarivo, Madagaskar

Antananarivo

Antananarivo

Antananarivo memiliki masalah dengan polusi udara dan juga kualitas air sehingga termasuk dalam daftar kota paling kotor di dunia. Masalah lain datang dari pengelolaan sampah yang tidak efisien kemudian meningkatkan kuman dan bau tidak sedap.

Meskipun sebagian besar wilayah di kota Madagaskar adalah surganya wisata, Antananarivo penuh dengan polusi industrialisasi. Tak hanya itu, akibat dari deforestasi di daerah tersebut, semakin mengurangi tingkat oksigen penghilang karbon.

Ibukota Madagaskar yang padat penduduk ini tidak seimbang dengan jumlah sumber daya internalnya. Hal ini meningkatkan drainase sanitasi dan polusi. Memang tampak agak bertentangan dengan surga tropis yang dijuluki kepada kota Madagaskar.

2. Dhaka, Bangladesh

Dhaka

Dhaka

Dhaka adalah kota terpadat di dunia yang berjuang untuk menawarkan perumahan dan sanitasi yang memadai bagi penduduknya. Di sini sangat umum bagi orang untuk buang air kecil bahkan buang air besar di jalanan dan membuang sampah sembarangan.

Terdapat banyak tumpukan sampah dan menimbulkan masalah kesehatan yang sangat besar. Karena menjadi pusat politik, budaya dan ekonomi Bangladesh, kota Dhaka menarik banyak penduduk desa untuk berdatangan sehingga menambah masalah kepadatan.

Hal yang wajar menemui kemacetan di kota ini karena sistem transportasi yang tidak efisien. Selain menyebabkan polusi udara, becak dan mobil yang melaju kencang kadangkala menyebabkan banyak kecelakaan. Pengemis juga banyak ditemui karena daerah – daerah di sekitarnya yang sangat miskin.

1. Linfen, China

Linfen

Linfen

Pada 2007, Linfen dinyatakan sebagai kota paling tercemar di dunia. Banyaknya tempat penambangan batu bara di daerah ini menurunkan kualitas udara bahkan jemuran yang digantung akan kering dan menjadi hitam di udara.

Ditemui masalah besar dengan penyakit pernapasan di kota ini karena penduduk menghirup abu dan debu setiap hari. Sementara batu bara tetap menjadi sumber utama bahan bakar untuk Cina, Linfen dan daerah sekitarnya semakin tercemar.

Linfen telah berupaya untuk memperbaiki situasi, misalnya dengan truk – truk yang menyemprotkan air di jalanan untuk menjaganya tetap bersih. Namun demikian, faktanya harapan hidup lebih pendek di sini daripada di tempat lain di China karena penyakit paru – paru.

Baca Juga10 Negara Termiskin Di Dunia Berdasarkan GDP Per Kapita

Nah, itulah dia daftar 10 kota paling kotor di dunia. Kota – kota yang disebutkan di atas membawa banyak masalah untuk para penduduknya sendiri, mulai dari mengakibatkan penyakit hingga kematian karena penyakit tersebut.

Meskipun sudah ada peraturan yang ditegakkan agar kota menjadi bersih, tetap saja yang paling utama adalah kebersihan datang dari diri sendiri. Dimulai dari penduduknya yang berkontribusi menjaga kebersihan, pastilah perlahan – lahan kota akan menjadi lebih bersih sehingga sehat dan nyaman untuk dihuni.

10 Negara Yang Memiliki Kota Paling Kotor Di Dunia | anarostiana | 4.5