7 Daftar Makanan Unik Dan Paling Berbahaya Di Dunia

Makanan Paling Berbahaya Di Dunia

Makanan Paling Berbahaya Di Dunia

Bagi para pecinta kuliner mencoba berbagai jenis makanan baru pasti akan memberikan pengalaman yang menyenangkan. Di setiap sisi belahan dunia pun menyimpan keragaman cita rasa sajian yang khas dan tak boleh terlewatkan untuk dicicipi.

Biasanya, sebuah hidangan dibuat agar para penikmatnya puas apalagi jika rasanya begitu lezat. Dengan cara memasak, penyajian, hingga bahan yang berbeda – beda, berbagai negara di dunia punya potensi makanan khas yang nikmat ala mereka sendiri.

Akan tetapi, berbeda cerita dengan beberapa makanan tradisional asal negara – negara berikut ini. Sajian unik bahkan cenderung ekstrim malah justru menjadi daya tarik bagi para pelancong.

Lebih dari aneh, bahan makanannya pun ada yang bisa dikategorikan berbahaya. Karena alasan itu pulalah makanan aneh tersebut sangat memicu adrenalin meskipun sebagian yang telah mencicipinya sendiri berkata bahwa itu lezat tak seperti penampilannya.

Penasaran? Inilah dia 7 makanan paling aneh di dunia yang menantang untuk dicoba.

1. Fugu – Jepang

Fugu

Fugu

Ikan fugu atau dikenal juga dengan ikan buntal termasuk ikan yang beracun dan mematikan bahkan racunnya cukup untuk membunuh 30 orang sekaligus. Namun demikian, ikan ini justru diolah menjadi hidangan yang lezat oleh para koki di Jepang.

Tidak sembarangan koki karena para koki harus berlatih selama bertahun – tahun sebelum membuat sajian Fugu yang lezat. Para koki harus ahli dalam mengolah Fugu karena jika ada kesalahan sedikit saja akan berakibat fatal. Racun di dalam ikan buntal ini seperti yang sudah disebutkan sangatlah berbahaya kalau sampai terkonsumsi.

Baca juga6 Makanan Jepang Yang Tabu dan Aneh Di Mata Dunia

Fugu disajikan di dalam bentuk sup, dibakar, atau sebagai sashimi. Kalau ingin merasakan hidangan ini di Jepang, lebih baik datang selama Oktober hingga Maret saat fugu sedang banyak dipanen.

2. Tarantula Goreng – Kamboja

Tarantula

Tarantula

Hewan berkaki delapan ini bagi sebagian orang mungkin menakutkan. Di kota Skuon, Kamboja, laba – laba diolah sebagai makanan khas mereka dengan cara digoreng dalam minyak bawang putih sampai teksturnya renyah. Laba – laba goreng khususnya jenis tarantula ini bahkan menjadi camilan favorit masyarakat di sana.

Makanan ekstrim ini sudah dikonsumsi masyarakat Kamboja sejak beberapa generasi. Terutama saat imbas kebrutalan rezim Maois di akhir 1970-an yang membuat penduduk setempat kelaparan hampir mati. Peristiwa tersebut memaksa mereka untuk memakan apa saja yang ditemukan termasuk laba – laba tarantula.

Masyarakat Kamboja sendiri menyebut tarantula goreng ini sebagai kepiting. Tarantula dimasak dengan cara dan bumbu sederhana, yakni diberi tambahan garam dan bawang putih kemudian langsung digoreng ke dalam minyak panas sampai teksturnya krispi.

Walaupun membuat beberapa wisatawan merinding, camilan tarantula goreng banyak menarik minat mereka untuk turut mencoba bagaimana rasanya. Ternyata kuliner aneh nan ekstrim tersebut mengandung protein dan dipercaya dapat menambah kecantikan.

3. Balut – Filipina

Balut

Balut

Telur bukanlah bahan makanan yang asing. Akan tetapi, lain halnya dengan kuliner dari Filipina yang satu ini. Mereka memilih telur bebek atau ayam yang di dalamnya sudah menjadi embrio, yakni telur yang berusia sekitar 18-21 hari, kemudian direbus atau hidangan ini dikenal dengan nama Balut.

Orang – orang Filipina sebagian ada yang suka tetapi sebagian lagi bahkan tidak ingin menyentuh makanan aneh di dunia yang satu ini. Namun demikian, sekolah di sana sudah mengenalkan balut sejak kecil karena terlepas dari bentuknya yang ekstrim balut punya protein yang tinggi.

Cara mengolah masakan balut tidak rumit. Telur bebek langsung direbus bersama embrio yang sudah terbentuk di dalamnya hidup – hidup. Balut yang sudah matang lalu diberi tambahan bumbu seperti cabai, bawang putih, dan cuka jadi rasanya asam dan pedas gurih.

Saat pertama kali, pasti akan bingung bagaimana cara makan balut ini. Sebenarnya itu sesuai selera masing – masing, tapi biasanya balut dimakan dengan dikupas, dihisap airnya, kemudian baru makan isi balutnya termasuk bagian bola mata, sayap dan paruh embrio bebek.

4. Haggis – Skotlandia

Haggis

Haggis

Selain terkenal dengan wiskinya, Skotlandia juga punya hidangan nasional yang khas lainnya yaitu haggis. Haggis merupakan makanan yang terbuat dari campuran jeroan domba, seperti bagian jantung, hati, dan paru – paru, kemudian dengan tambahan bahan lain mulai dari bawang, oatmeal, kaldu, dan berbagai rempah – rempah.

Makanan nasional Skotlandia ini merupakan sajian utama saat jamuan Burns (Burns supper). Haggis sudah ada sejak tahun 1400 dan sering dimakan bersama tatties dan neeps (kentang tumbuk dan lobak).

Di Eropa sendiri bahan makanan jeroan paling dihindari karena tidak sehat. Jeroan dibuat sebagai pakan binatang oleh masyarakat di sana sehingga hidangan yang terbuat dari bahan tersebut dianggap menggelikan.

Meskipun begitu, Haggis yang diolah dengan beragam rempah ini punya cita rasa yang begitu nikmat. Bentuknya yang aneh, yakni jeroan yang telah diolah dibungkus dengan perut domba, ternyata menyimpan keunikan rasa tradisional khas Skotlandia. Jikan ingin mencobanya, Haggis di Skotlandia banyak tersedia di toko bahan makanan.

5. Sannakji – Korea

Sannakji

Sannakji

Makanan paling aneh di dunia lainnya datang dari Negeri Gingseng. Kalau biasanya gurita dimasak dengan cara dibakar atau digoreng tepung, di Korea gurita hidup langsung disajikan di piring para konsumennya. Sannakji diambil dari kata bahasa Korea ‘nakji’ yang artinya gurita berukuran kecil atau sedang.

Tentakel gurita yang masih menggeliat tentunya memberikan sensasi aneh ketika hendak memakannya. Tak hanya itu, pengisap gurita tersebut bisa menjadi berbahaya apabila menempel di tenggorokan yang memakannya karena menyebabkan mereka tersedak atau bahkan menyumbat pernapasan dan kejadian paling buruk bisa meninggal dunia.

Sebab itulah, makan Sannakji butuh teknik tertentu seperti harus dikunyah secara sempurna sebelum ditelan sampai bermenit-menit. Sannakji dihidangkan dengan tambahan sedikit minyak wijen sehingga masih sangat segar–dan tentunya masih hidup.

Walaupun dianggap aneh dan ekstrim, Sannakji sendiri tidaklah asing bagi orang Korea ditambah lagi dengan rasa hidangannya yang lezat.

6. Escamol – Meksiko

Escamol

Escamol

Ketika melihat sepiring escamol disajikan, hidangan ini akan terlihat seperti salad gandum. Namun demikian, bukan gandum, melainkan bahan dari makanan ini adalah larva semut.

Escamol ialah sajian tradisional khas Meksiko. Orang yang baru pertama kali melihat pasti akan sangat jijik apalagi mereka yang membenci serangga. Hidangan ekstrim yang disebut kaviar serangga ini diolah dari larva semut dari genus Liometopum yang dipanen dari akar Agave Tequilana yakni tanaman bahan pembuat minuman Tequila.

Kuliner dari meksiko ini turun – temurun dilestarikan oleh suku Aztec. Meskipun terlihat menggelikan, sebagian yang mencobanya mengatakan bahwa escamol punya rasa yang mengejutkan yaitu seperti campuran rasa keju cottage dengan mentega.

Escamol dimasak dengan cara ditumis dengan mentega dan campuran rempah – rempat. Untuk menemukan Escamol di Meksiko, bisa mengunjungi restoran di sana atau kedai taco. Selain disajikan begitu saja, Escamol biasanya juga dicampur bersama omelet dan dihidangkan dengan guacamole atau tortilla sebagai pelengkap.

7. Casu Marzu

Casu Marzu

Casu Marzu

Membayangkan keju Italia akan membuat liur menetes dengan rasanya yang creamy dan lembut. Berbeda dengan Casu Marzu, keju ini mengandung ribuan belatung hidup yang pastinya orang yang ingin mencobanya pun ragu.

Casu Marzi dibuat dengan menggunakan larva dari jenis lalat keju yang tergolong keluarga Piophila casei. Berkat perannya tersebut, lalat ini dikenal juga dengan istilah cheese skipper. Telur dari lalat keju tersebut akan menetas dan mengeluarkan belatung dan memproduksi enzim dalam proses fermentasi sehingga dihasilkan lemak keju yang busuk.

Alih – alih dinikmati dengan santai, para pemakan keju yang satu ini perlu berhati – hati karena justru berbahaya bagi kesehatan, misalnya saja bisa menyebabkan sakit perut, muntauh, diare, sampai penyakit usus. Rasa dari keju ini sendiri begitu tajam dikombinasikan dengan teksturnya yang lunak.

Di Eropa sendiri keju yang berarti ‘keju busuk’ ini memang dilarang untuk dikonsumsi. Namun demikian, kalau penasaran Casu Marzu bisa ditemukan di pasar gelap Sardinia, Italia. Penjualnya pun berhati – hati karena mereka bisa didenda jika ketahuan.

Baca juga8 Makanan Terenak Di Dunia 2019 Ternyata Bukan Rendang

Demikianlah 7 makanan paling aneh di dunia. Jajaran makanan aneh serta ekstrim tersebut memang perlu keberanian untuk sekedar mencicipnya. Namun demikian, siapa sangka kalau ternyata rasanya begitu lezat. Berani untuk mencobanya langsung?