Apakah Menangis, Ngupil, dan Suntik Membatalkan Puasa ? Ini Penjelasannya

Menangis Membatalkan Puasa

Gambar Ilustrasi Menangis Saat Berpuasa Via Google.co.id

Puasa ramadhan adalah salah satu perintah rukun islam yang wajib dijalankan oleh seluruh umat muslim yang sudah dewasa atau baligh. Di bulan ini pula, pintu maaf dan pengampunan dosa akan dibuka selebar-lebarnya kepada kita. Tentu hal ini menjadi bulan yang harusnya kita manfaatkan sebaik-baiknya dalam mencari pahala dan pengampunan dosa.

Dalam menjalankan ibadah puasa, kita tidak boleh buta akan aturan dan sunnah yang sudah ditetapkan. Terkait hal-hal apa saja yang membatalkan puasa, masih banyak sahabat kami yang bingung terkait beberapa aktifitas seperti menangis, mengupil, dan suntik untuk kesehatan.

Lalu, apakah ketiga aktifitas tersebut membatalkan puasa ? Mari kita simak beberapa pendapat umum dari para ulama yang kami kutip dari berbagai sumber terpercaya.

Apakah Menangis Bisa Membatalkan Puasa ?

Terkait seperti makan atau minum, muntah yang disengaja, berhubungan badan, memasukkan benda terlihat kedalam tubuh merupakan hal-hal yang membatalkan puasa. Berkaitan dengan menangis, tidak ditemukan adanya hadist manapun yang menyebutkan adanya puasa yang dibatalkan jika melakukan aktifitas ini.

Namun, berkaitan dengan menangis di saat menjalan ibadah puasa, ulama berpendapat bahwa menangis dengan teriak atau meraung-raung dapat menyebabkan nilai dari ibadahnya berkurang. Hakikat dari berpuasa adalah pengendalian diri, sebaiknya kita juga mampu untuk mengendalikan diri agar tidak menangis.

Apakah Ngupil atau Korek Kuping Apakah Bisa Membatalkan Puasa ?

Para ulama kebanyakan berpendapat bahwa jika mengupil untuk menghilangkan sebuah gangguan seperti debu, lalat yang masuk, maka hal ini tidak masalah. Namun apabila anda memasukkan suatu benda atau ngupil dengan jari masuk kedalam hanya karena iseng dan berlebihan, tentu saja hal ini dinilai mampu mengurangi pahala bahkan membatalkan puasa.

Berdasarkan penjelasan melalu madzhab al-Syafi’iyyah, ada beberapa jenis lubang yang jika dimasukkan sebuah benda maka akan membatalkan puasa . Yang pertama adalah mulut, hidung, telinga, lubang kemaluan depan dan belakang.

Lalu, Apakah Suntik Membatalkan Puasa ?

Berikut ini adalah penjelasan yang kami kutip dari konsultasisyariah.com .

Ada beberapa jenis suntikan diantaranya adalah,

Suntikan nutrisi (infus), yang bisa menggantikan makanan dan minuman. Suntikan semacam ini membatalkan puasa karena dinilai seperti makan atau minum.

Suntikan selain nutrisi, seperti: suntik obat atau pengambilan sampel darah. Suntikan semacam ini tidak membatalkan dan tidak memengaruhi puasa, baik suntikan ini diberikan di lengan atau di pembuluh. Hanya saja, jika memungkinkan, sebaiknya suntikan ini dilakukan di malam hari, dan itu lebih baik, sebagai bentuk kehati-hatian ketika puasa.

Syekh Abdul Aziz bin Baz pernah ditanya tentang hukum suntikan di pembuluh atau lengan pada siang hari di bulan Ramadan; apakah membatalkan puasa?

Jawaban beliau, “Puasanya sah, karena suntikan di pembuluh tidaklah termasuk makan atau minum. Demikian pula suntikan di lengan, lebih tidak membatalkan lagi. Akan tetapi, andaikan dia mengqadha puasanya dalam rangka kehati-hatian maka itu lebih baik. Jika hal ini diakhirkan sampai malam ketika butuh maka itu lebih baik dan lebih berhati-hati, dalam rangka keluar dari perselisihan pendapat dalam masalah ini.”

Dalam Fatwa tentang Puasa (hlm. 220), Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin pernah ditanya tentang hukum menggunakan jarum suntik di urat maupun di pembuluh.

Beliau menjawab, “Suntikan jarum di pembuluh, lengan, maupun paha diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa, karena suntikan tidaklah termasuk pembatal dan juga tidak bisa disamakan dengan pembatal puasa. Sebabnya, suntikan bukanlah termasuk makan dan minum, juga tidak bisa disamakan dengan makan dan minum …. Yang bisa membatalkan puasa adalah suntikan untuk orang sakit yang menggantikan makan dan minum (infus).”

Lajnah Daimah (Komite Tetap untuk Penelitian Ilmiah dan Fatwa) ditanya tentang hukum berobat dengan disuntik saat siang hari Ramadan, baik untuk pengobatan maupun untuk nutrisi.

Baca Juga: Penjelasan Menur Sahur dan Berbuka Puasa Yang Sehat

Mereka menjawab, “Boleh berobat dengan disuntik di lengan atau urat, bagi orang yang puasa di siang hari Ramadan. Namun, orang yang sedang berpuasa tidak boleh diberi suntikan nutrisi (infus) di siang hari Ramadan karena ini sama saja dengan makan atau minum. Oleh sebab itu, pemberian suntikan infus disamakan dengan pembatal puasa Ramadan. Kemudian, jika memungkinkan untuk melakukan suntik lengan atau pembuluh darah di malam hari maka itu lebih baik.” (Fatawa Lajnah, 10:252)

Apakah Menangis, Ngupil, dan Suntik Membatalkan Puasa ? Ini Penjelasannya | Siopung | 4.5