5 Fakta Dan Misteri Jatuhnya Pesawat Lion Air JT610 Yang Menyeramkan

5 Fakta Dan Misteri Jatuhnya Pesawat Lion Air JT610 Yang Menyeramkan

Pesawat Lion Air JT610

Pesawat Lion Air dengan kode penerbangan JT610 mengalami sebuah insiden yang sangat menyedihkan hati masyarakat Indonesia. Pasalnya, kapal yang berangkat dari Jakarta menuju Pangkal Pinang tersebut hilang kontak sekitar 10 menit setelah lepas landas dari bandara Soekarno Hatta.

Sampai hari ini, tim basarnas masih mengupayakan untuk pencarian korban dan puing-puing kapal yang sudah ditemukan beberapa hari yang lalu. Kita tentunya berharap, agar kecelakaan ini segera cepat diusut akar masalahnya dan para korban diberikan tempat yang layak di sisi Tuhan.

Terlepas dari hal itu, ada banyak kejanggalan-kejanggalan yang saat ini dirasakan oleh masyarakat. Berikut adalah beberapa fakta dari misteri jatuhnya Lion Air JT610.

1. Pilot Lion Air Meminta Untuk Return To Base

Dugaan sementara pesawat lion air mengalami masalah pada pesawat atau hal-hal teknis berkaitan dengan mesin pesawat Lion Air. Hal ini diperkuat dengan adanya permintaan dari Pilot Bhavye Suneja untuk kembali ke bandara. Kemungkinan terbesar mengalami gagal mesin.

Hal ini tentulah masih menjadi misteri terkait apakah kecelakaan ini disebabkan oleh human error atau terkait hal teknis yang disebutkan sebelumnya. Return To Base sendiri merupakan permintaan yang biasa dilakukan oleh para pilot jika mengalami suatu kondisi emergency.

Setiap pilot sudah mendapatkan pelatihan untuk menilai dan memperhitungkan kondisi pesawat yang layak untuk dikembalikan. Tentu permintaan Return To Base merupakan misteri yang sampai saat ini masih kita tunggu untuk dipecahkan oleh KNKT.

2. Saksi Mata Menyebutkan Lion Air Menjauh Dari Jalur Nya

Anastasya Lorinda Dorkas merupakan seorang driver ojol yang menjadi saksi mata atas insiden jatuhnya pesawat lion air. Saat itu ia berada dirumah dan bersama anaknya ia melihat sebuah pesawat dalam posisi terbang rendah dan mengeluarkan asap dibagian bawahnya.

“Saya punya anak tiga. Anak keluar duluan teriak, ‘mami ada pesawat seram’. Jadi saya keluar, saya lihat sendiri itu posisi pesawat miring ke kiri. Yakin sekali karena di situ ada tulisan ‘Lion’. Itu terbang ke atas dengan kepala menukik ke atas setelah lewat saya lihat bodi bawah itu ada asap antara roda”.

Menurutnya, posisi rumah yang ia tempati berada sangat jauh dari jalur yang selama ini dilihat oleh masyarakat. Posisi rumah dari Anastasya lebih jauh ke arah selatan dibandingkan jalur pesawat yang seharusnya. Hal ini sangat mustahil untuk dapat melihat pesawat jika berada di posisi rumah Anastasya.

Namun faktanya, Anastasya melihatnya sendiri dan disaksikan bersama dengan putrinya.

3. Emergency Locater Transmition (ELT) Lion Air Tidak Menyala

KNKT menyebutkan bahwa alat pemancar untuk menentukan lokasi  pesawat mengalami kerusakan atau tidak menyala. Hal inilah yang membuat tim Basarnas sedikit mengalami kesulitan untuk mencari badan kapal pasawat Lion Air. Saat ini, tim pencarian hanya mengandalkan sinyal pantulan logam dan black box saja.

Hal ini pula yang menyebabkan tim pencari harus menyisir tiap-tiap wilayah yang diduga tempat jatunya pesawat. Menutu KNKT, kemungkinan terbesar ELT tidak aktif saat pesawat mengalami situasi emergency.

4. Korban Masih Sedikit Yang Ditemukan, Sedangkan Puing Sudah Banyak Yang Didapatkan

Masih menjadi misteri sampai saat ini bagaimana nasib 187 penumpang yang akan menuju pangkal pinang tersebut. Dengan kondisi pesawat yang sudah hancur berkeping-keping, hal ini membuat kita menduga bahwa sangat sulit untuk menemukan korban yang selamat. Bahkan korban yang utuh pun juga akan sulit ditemukan.

Namun sampai saat ini, basarnas tetap berupaya untuk dapat menemukan korban. Ada berbagai spekulasi yang menyatakan bahwa kemungkinan terbesar nasib korban akan sama dengan yang di danau toba. Untuk mencari jasad dibawah air memang sangat sulit.

Apalagi luas wilayah pencarian tidaklah kecil. Dibutuhkan tim penyelam yang besar agar dapat menyisir tiap bagian laut yang diyakini sebagai lokasi dimana pesawat Lion Air itu berada.

5. Kecelakaan Boeing 737 Max 8 Baru Terjadi Di Indonesia

Hal yang satu ini tentunya membuat industri penerbangan harus menepuk jidat. Pasalnya, pesawat yang jatuh kali ini bukanlah jenis lama atau sudah lama digunakan. Tetapi pesawat yang jatuh tersebut merupakan barang yang baru didatangkan dari Amerika beberapa bulan yang lalu dan masih beroperasi sekitar 800 jam.

Pesawat Boeing 737 Max 8 memiliki perbaikan fitur dari series yang sebelumnya. Pesawat ini digadang-gadang salah satu jenis pesawat komersil yang canggih dan sangat hemat bahan bakar. Setelah adanya insiden tersebut, kecelakaan di indonesia tercata sebagai kecelakaan pertama untuk Boeing 737 Max 8

5 Fakta Dan Misteri Jatuhnya Pesawat Lion Air JT610 Yang Menyeramkan | Siopung | 4.5