Kisah Misteri Lagu Nina Bobo, Sejarah, Dan Mitos Tentang Kematian

Misteri Lagu Nina Bobo

Misteri Lagu Nina Bobo

”Nina bobo, oh Nina bobo

Kalau tidak bobo, digigit nyamuk.”

Apakah kamu merasa familiar dengan lirik lagu di atas? Tentu saja iya, bukan?

Lagu berjudul Nina Bobo tersebut adalah salah satu lagu yang paling sering dinyanyikan di Indonesia. Tidak ada yang tahu siapa penciptanya dan kapan lagu itu dibuat, tetapi menurut perkiraan, lagu itu sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

Sampai saat ini, Nina Bobo masih sering dinyanyikan, terutama oleh seorang Ibu yang sedang menidurkan anaknya.

Namun, tahukah kamu? Di balik kesederhanaan dan betapa seringnya Nina Bobo dinyanyikan, sebenarnya lagu itu menyimpan kisah mencekam, lho! Walaupun belum terbukti benar, kisah itu berhasil membuat beberapa orang merinding!

Helenina adalah Nama Balita Asal-Usul Terciptanya Lagu Nina Bobo

Konon, kisah tersebut dimulai dari kelahiran seorang bayi bernama Helenina dari pasangan Belanda – Jawa, yakni Van Rodjnik dan Mustika. Helenina, biasa juga dipanggil Nina, adalah seorang bayi cantik yang sehat, tetapi mengalami kesulitan tidur akut.

Helenina

Helenina Foto Diperagakan Model

Berkat kesulitan tersebut, akhirnya Mustika membuatkan senandung khusus saat menidurkan Nina. Senandung itu kemudian menjadi rutinitas sebelum tidur bayi itu, sampai akhirnya Van Rodjnik menambahkan lirik ke dalam senandung tersebut. Itulah saat di mana lagu Nina Bobo tercipta.

Setelah itu, Nina kecil menjadi semakin bergantung pada lagu Nina Bobo. Jika lagu itu tidak dinyanyikan sebelum ia tidur, Nina akan menangis dan terjaga semalaman. Oleh karena itu, Mustika pun terpaksa menyanyikan Nina Bobo setiap malam, bahkan ketika Nina sudah bukan lagi seorang balita.

Sayangnya, ketika Nina berusia enam tahun, ia menderita sakit yang cukup parah, sehingga ia meninggal.

Kehilangan putri satu-satunya membuat Van Rodjnik dan—terutama—Mustika sangat terpukul. Mereka tidak rela Nina meninggalkan mereka di usia semuda itu.

Apalagi, setiap malam, Mustika merasa bahwa ia mendengar tangisan seorang anak yang meminta dinyanyikan lagu Nina Bobo. Walaupun Mustika tak yakin, ia tetap menganggap bahwa tangisan itu adalah tangisan Nina-nya yang telah meninggal.

Karena tangisan itu terus-menerus terdengar sepanjang malam, akhirnya Mustika tetap menyanyikan lagu Nina Bobo setiap malam, sampai akhirnya ia meninggal mendahului Van Rodjnik.

Baca juga

Setelah Mustika meninggal, tangisan itu tidak hilang, tetapi justru menghantui Van Rodjnik.

Van Rodjnik sendiri yakin bahwa tangisan itu adalah tangisan Nina, terutama karena pada suatu malam, tangannya pernah ditarik oleh tangan seorang gadis kecil yang menangis dan meminta dinyanyikan lagu Nina Bobo. Siapa lagi jika bukan Nina?

Tak tahan dengan tangisan yang terus-menerus menghantuinya, akhirnya Van Rodjnik menyanyikan lagu Nina Bobo setiap malam, persis seperti yang Mustika pernah lakukan. Berkat hal itu, Van Rodjnik pun merasa depresi dan akhirnya meninggal.

Versi lain dari kisah di balik Nina Bobo adalah versi Nina Mijk, seorang gadis keturunan Belanda juga.

Versi Lain Dari Sejarah Lagu Nina Bobo

Lagu Nina Bobo

Mistis Lagu Nina Bobo

Konon, Nina adalah gadis kecil yang manis dan sehat, tetapi pada suatu hari, ia seperti kehilangan kewarasannya. Ia berubah jadi gadis yang mudah mengamuk dan tidak bisa dikendalikan. Oleh karena itu, ia pun dipasung demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Setiap malam, masih dengan tangan dan kaki terpasung, Nina tidak bisa tidur. Ia hanya bisa meraung-raung dan bergerak-gerak liar.

Raungan serta gerakan itu membuat Ibu Nina menangis tidak tega, lalu menghampiri Nina yang bertubuh kurus kering, berambut lepek, dan berwajah kuyu di pasungan. Agar Nina tidur, Ibu menyanyikan sebuah lagu yang ia ciptakan sendiri, yaitu lagu berjudul Nina Bobo.

Baca juga

Nah, bagaimana? Apakah kamu percaya dengan dua kisah tersebut?

Ngomong-ngomong, konon katanya, jika seorang Ibu menyanyikan lagu Nina Bobo kepada anaknya sebelum tidur, sosok Nina akan menemani tidur anak itu sampai pagi tiba, lho!