Misteri Rumah Kentang Yang Terkenal Angker Menyeramkan

Misteri Rumah Kentang

Misteri Rumah Kentang

Apakah kamu pernah mendengar tentang Rumah Kentang?

Rumah Kentang di sini bukan restauran yang menyediakan makanan berbahan kentang, lho, ya. Apalagi pabrik kentang biasa.

Rumah Kentang yang dibahas dalam artikel ini adalah sebuah rumah berhantu yang konon katanya memiliki latar belakang kelam dan berhubungan dengan kentang.

Rumah Kentang sendiri merupakan salah satu rumah berhantu paling populer di Indonesia. Buktinya, pada tahun 2012, cerita tentang Rumah Kentang diangkat ke layar lebar, lho!

Film yang dibintangi oleh Shandy Aulia tersebut cukup berhasil menarik perhatian banyak orang.

Yuk, simak betapa mengerikannya Rumah Kentang di bawah ini!

Profil Rumah Kentang

Sejarah Rumah Kentang

Sejarah Rumah Kentang

Rumah Kentang adalah rumah hantu yang terletak di Jalan Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Walaupun sekilas terlihat biasa saja pada siang hari, pada malam hari, rumah tersebut seakan mengeluarkan hawa angker yang membuat bulu kuduk merinding.

Menurut sumber-sumber yang beredar, orang-orang yang berlalu lalang di depan rumah tersebut sering mencium bau kentang yang kuat, lho!

Ngomong-ngomong, tidak hanya di Jakarta, Rumah Kentang juga terdapat di Bandung. Lebih tepatnya di Jalan Banda, tepat di samping track lari Saparua.

Kisah Kelam di Balik Rumah Kentang

Kisah Mistis Rumah Kentang

Kisah Mistis Rumah Kentang

Terdapat beberapa versi yang sama-sama mengerikan tentang kisah kelam di balik Rumah Kentang.

Versi pertama menyebutkan bahwa konon katanya, dulu, Rumah Kentang merupakan rumah yang ditinggali oleh keluarga bersahaja.

Baca juga5 Mitos Menyeramkan Yang Dapat Memancing Hantu Datang

Tidak ada yang salah dengan rumah tersebut sampai akhirnya, sang ibu yang sedang merebus kentang dalam panci besar sambil menggendong anak, tak sengaja menjatuhkan anaknya ke dalam panci.

Sang anak pun meninggal dengan luka bakar yang cukup parah, tanpa sempat diselamatkan.

Sementara itu, versi kedua menyebutkan bahwa dulu, Rumah Kentang merupakan tempat tinggal dari keluarga yang memiliki anak nakal.

Konon katanya, kenakalan anak tersebut sudah melebihi batas wajar, sehingga asisten rumah tangga yang bekerja di sana tak tahan lagi.

Asisten tersebut pun memutuskan untuk melakukan pembunuhan. Ia membunuh anak nakal yang selama ini diasuhnya, memutilasinya menjadi potongan-potongan kecil, lalu menjadikan potongan dagingnya sebagai bahan sup kentang.

Sup kentang tersebut kemudian ia sajikan kepada kedua orang tua sang anak.

Versi ketiga, alias versi terakhir, menyebutkan bahwa konon katanya, sang anak sedang berusaha mengambil mainan di atas rak. Kebetulan, rak tersebut berada di dapur, tepat di atas panci besar berisi kentang yang sedang direbus.

Malangnya, anak itu kehilangan keseimbangan, lalu jatuh ke dalam panci besar. Ia terjebak di dalam panci tersebut dalam waktu yang cukup lama, sehingga ketika ia ditemukan oleh asisten rumah tangga, anak tersebut sudah meninggal dalam kondisi yang mengenaskan.

Baca juga5 Permainan Memanggil Hantu Paling Berbahaya Di Dunia

Menurut kamu, versi manakah yang benar dan paling masuk akal?

Bau Kentang, Jeritan Anak, dan Bunyi Mainan

Rumah Kentang Angker

Rumah Kentang Angker

Usai tragedi tersebut, rumah itu pun dikosongkan dan dianggap sebagai tempat angker. Menurut keterangan para saksi, selain mencium bau kentang, mereka juga kerap mendengar jeritan, tangisan anak, sampai bunyi mainan dari dalam rumah.

Kengerian itu juga muncul saat rumah tersebut dijadikan sebagai lokasi shooting film. Menurut “orang pintar” yang sengaja didatangkan ke sana, rumah tersebut memiliki energi negatif yang kuat.

Makhluk halus yang menetap di sana, terutama yang berwujud anak kecil, tak suka diganggu. Ia juga tak suka apabila kisahnya diekspos ke orang lain.

Baca jugaKisah Misteri Lagu Nina Bobo, Sejarah, Dan Mitos Tentang Kematian

Sebagai kesimpulan, apabila kamu kebetulan melewati Rumah Kentang atau wilayah angker lainnya, jangan bersikap tak wajar, ya. Apalagi sampai mengganggu.

Kamu harus tetap mengikuti tata krama yang ada, juga menghormati kehadiran para “makhluk halus” di sekitar kamu.