9 Mitos Orang Jawa Masih Dipercaya dan Masuk Akal

Mitos Orang Jawa

Mitos Orang Jawa

Masyarakat tanah Jawa amat dekat dengan yang namanya mitos. Beberapa orang tua Jawa bahkan sudah menceritakan mengenai sebagian mitos yang berkembang kepada anak – anaknya.

Meskipun kadangkala mitos yang terus ada dari mulut ke mulut sampai beberapa generasi lebih sering terdengar aneh, tak dipungkiri masyarakat pun masih mempercayainya. Apalagi kalau orang tua yang sudah berkata, pasti langsung didengar.

Bicara soal keanehan mitos, jika sebagian mitos dikaitkan dengan logika misalnya dari akibat yang ditimbulkan apabila dilanggar, tak ayal jadi lebih masuk akal dan bisa diterima.

Nah, berikut terangkum beberapa mitos orang Jawa yang kalau dipikir – pikir ternyata masuk akal.

Apa sajakah mitos orang Jawa tersebut? Simak selengkapnya di bawah ini!

1. Jangan Makan Menggunakan Tutup Piring

Makan Dengan Penutup Panci

Makan Dengan Penutup Panci atau Piring

Segala sesuatu yang dilakukan tentu ada tata cara, adab serta etikanya masing – masing. Seperti saat makan, terdapat cara yang sopan yang perlu diterapkan ketika melakukannya, misalnya saja tata cara memegang garpu dan sendok yang tidak boleh asal – asalan.

Berhubungan dengan hal tersebut, orang Jawa juga memiliki pantangan atau mitos berkaitan dengan etika makan. Salah satu bunyi mitosnya adalah dilarang makan menggunakan tutup piring.

Kalau berbicara soal adab makan yang sopan tadi memang mitos tersebut sangatlah masuk akal dan punya tujuan yang baik. Tutup piring bukanlah sebuah peralatan untuk makan jadi tidak seharusnya digunakan sebagai tempat makanan.

Baca Dulu6 Mitos Pantangann Tentang Makan Menurut Tradisi Jawa

Selain itu, maksud lain dari mitos ini juga bisa diartikan bahwa kalau sebuah barang hendaknya dipergunakan sebagaimana peran dan fungsinya.

2. Kalau Duduk Di Atas Bantal Nanti Bisulan

Mitos Duduk Diatas Bantal Bisulan

Mitos Duduk Diatas Bantal Bisulan

Masih tak jauh dari maksud mitos sebelumnya yakni menggunakan barang sesuai fungsinya, mitos orang Jawa yang satu ini juga demikian. Kali ini mitos berhubungan dengan bantal.

Pasti mitos ini sudah tak asing lagi saat didengar, yaitu yang mengatakan kalau pamali duduk di atas bantal. Kemudian, jika masih saja duduk di atas bantal padahal sudah dilarang, konon nanti bisa bisulan.

Terlepas dari benar atau tidaknya mitos tentang duduk di atas bantal ini, memang sudah seharusnya bantal tidak diduduki. Selain tidak sopan, bantal biasanya digunakan untuk tidur dan alas kepala jadi haruslah tetap bersih.

Mitos ini banyak yang mempercayai sebab cenderung masuk akal. Masalah bisulan atau tidak kalau tetap dilakukan, siapa yang tahu?

3. Anak Gadis Tidak Boleh Makan Sayap Ayam

Pantangan Memakan Sayap Ayam

Pantangan Memakan Sayap Ayam

Hampir semua orang sepertinya menyukai masakan yang berbahan daging ayam. Mulai dari ayam goreng, ayam bakar, dan banyak olahan ayam lainnya memang nikmat apalagi disajikan dengan nasi panas.

Berbicara soal ayam, terdapat mitos orang Jawa yang berkaitan dengan bagian daging ayam yang tidak boleh dimakan oleh para anak gadis. Bagian daging ayam tersebut ialah sayap ayam.

Memang bagian sayap ayam termasuk yang paling gurih dan menjadi kesukaan sebagia orang, tetapi ternyata ada alasan kenapa bagian ini sebaiknya tidak dikonsumsi para gadis. Itu karena sayap ayam mengandung banyak lemak dan bagi para gadis remaja yang hormonnya sedang tidak stabil, bisa menimbulkan jerawat.

Makanya mitos tidak bolehnya para gadis makan bagian sayap ayam sering dihubungkan dengan susah dapat jodoh. Mungkin maksudnya kalau nanti timbul jerawat, jadi susah dapat pacar. Hal tersebut kembali lagi pada kepercayaan masing – masing.

4. Dilarang Bersiul Saat Malam Hari

Larangan Bersiul Di Malam Hari

Larangan Bersiul Di Malam Hari

Bersiul sambil berdendang sering dilakukan banyak orang untuk menghibur diri. Kalau sedang bosan, lalu bersiul mengikuti irama lagu kesukaan, bisa membuat rasa bosan tadi hilang dibandingkan tidak melakukan apapun.

Namun demikian, dibalik menyenangkannya bersiul – siul, ada mitos menyeramkan yang mengikuti. Katanya mitos orang Jawa dilarang bersiul apalagi jika dilakukan saat malam hari karena itu sama saja seperti memanggil setan.

Kalau ditelisik lebih dalam, kegiatan bersiul di malam hari terutama jika dilakukan keras – keras dapat mengganggu tetangga sekitar. Bisa jadi karena alasan tersebutlah tercipta mitos dilarang bersiul ini.

Di wilayah desa yang sunyi misalnya, terlalu kencang suara siulan bisa sangat terdengar sehingga orang – orang yang ingin beristirahat akan terganggu. Ditambah lagi, itu juga berkaitan dengan asas kesopanan.

5. Dilarang Potong Kuku Saat Malam Hari

Larangan Memotong Kuku Di Malam Hari

Larangan Memotong Kuku Di Malam Hari

Menjaga kebersihan anggota tubuh penting untuk dilakukan sebab berpengaruh terhadap kesehatan. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah kuku, yakni dengan membersihkannya dan memotongnya secara rutin.

Akan tetapi, mitos orang Jawa dan para orang tua dulu ada yang menyebutkan bahwa dilarang memotong kuku saat malam hari. Beberapa masih ada yang percaya mengenai mitos ini.

Kemungkinan mitos ini bisa berkembang dan beredar sampai sekarang berhubungan dengan teknologi yang berbeda antara masa sekarang dan dahulu.

Apabila dilihat dari kondisi zaman dulu, tentu saja akan sulit kalau harus memotong kuku saat malam hari karena minimnya pencahayaan. Yang ada malah bisa melukai diri sendiri!

Baca Juga5 Mitos Suara Burung Di Malam Hari Yang Menyeramkan

Namun demikian, teknologi yang ada kini sudah mumpuni sehingga sebenarnya tidak ada masalah jika ingin memotong kuku pada malam hari.

6. Dilarang Main Keluar Saat Maghrib

Larangan Bermain Saat Maghrib

Larangan Bermain Saat Maghrib

Anak – anak paling suka bermain. Saking serunya bermain bersama teman – temannya, kadangkala mereka sampai lupa waktu kalau tidak diminta untuk pulang oleh orang tuanya.

Makanya pasti sering kita mendengar mitos dari para orang tua yang melarang anak – anaknya main keluar saat maghrib. Konon katanya kalau bermain di luar saat senja dan menjelang malam bisa diculik wewe gombel, yakni sosok makhluk halus yang dikaitkan gemar menculik anak – anak kecil.

Meskipun terdengar seperti tahayul, sebenarnya tujuan dari mitos ini cukup baik yakni agar anak – anak bisa lebih sadar akan waktu bermain mereka. Selain itu, tentu saja bermain saat maghrib bisa benar – benar memancing tindakan kriminal penculikan.

Ditambah lagi, maghrib erat hubungannya dengan waktu ibadah. Anak – anak yang sudah seharian bermain juga sebaiknya berisitirahat ketika menjelang malam sehingga punya waktu untuk mengerjakan hal bermanfaat lainnya di rumah.

7. Jangan Memakai Baju Hijau Atau Biru Ke Pantai Selatan

Memakai Baju Hijau Ke Pantai Selatan

Memakai Baju Hijau Ke Pantai Selatan

Mitos orang Jawa ini mungkin sudah sering didengar. Biasanya para orang tua akan mengingatkan untuk tidak mengenakan baju berwarna hijau atau biru ketika hendak berwisata ke Pantai Selatan.

Konon katanya kalau ke Pantai Selatan dengan menggunakan baju hijau atau biru bisa – bisa ‘diculik’ Nyi Roro Kidul. Mitos demikian tampaknya masih dilakukan oleh beberapa orang hingga kini.

Namun demikian, ada sisi positifnya dari mitos yang berkembang dan popular di tanah Jawa tersebut. Ketika ada kejadian terburuk, misalnya seseorang terbawa gulungan ombak yang besar, mereka yang menggunakan baju berwarna hijau atau biru memang lebih sulit dicari oleh tim SAR karena pakaiannya hampir sama warna dengan air laut.

8. Dahulukan Orang Tua Sebelum Mengambil Makanan Di Meja Makan

Adab Makan Satu Meja Dengan Orang Tua

Adab Makan Satu Meja Dengan Orang Tua

Budaya orang Jawa memang mengharuskan mereka yang berusia lebih muda untuk bersikap hormat dan menghargai kepada yang lebih tua. Itu merupakan bentuk tata krama dan etika yang wajar.

Salah satu mitos yang berhubungan dengan hal tersebut adalah kita perlu mendahulukan orang tua sebelum mengambil makanan di meja kalau tidak mau kena tuah, misalnya susah dapat jodoh.

Bisa dipahami sepertinya mitos ini dibuat untuk mendidik anak – anak agar lebih sopan kepada yang lebih tua. Entah mitos atau bukan berperilaku sopan kepada orang tua tentu merupakan cerminan diri yang baik dan beradab.

9. Jangan Makan Sambil Tiduran Nanti Berubah Jadi Ular

Makan Sambil Tidur

Makan Sambil Tidur

Mitos yang satu ini terdengar begitu tidak masuk akal. Mitos orang Jawa dulu mempercayai jika ketika makan sambil tiduran bisa berubah jadi ular. Seram, ‘kan!

Namun demikian, ditinjau dari alasan logis, itu sebenarnya berhubungan dengan sistem pencernaan. Misalnya, saat makan bisa tersedak atau hal – hal lain yang berbahaya bagi tubuh. Mitos itu tampaknya dibuat untuk menakut – nakuti agar lebih teratur saat hendak makan.

Nah, itulah tadi berbagai mitos orang Jawa yang dapat diterima dan masuk akal jika dilihat dari maksud dan tujuan yang hendak disampaikan.

Baca Juga11 Mitos Tentang Jodoh Yang Terbukti Banyak Dipercaya

Banyak mitos yang memang kedengaran aneh. Namun demikian, jika menilik lebih jauh pesan di dalamnya sebenarnya bermanfaat agar kita semua lebih berhati – hati.

9 Mitos Orang Jawa Masih Dipercaya dan Masuk Akal | anarostiana | 4.5