10 Olahraga yang Sekarang Sudah Punah di Dunia

Olahraga Yang Sudah Punah

Olahraga Yang Sudah Punah

Untuk mengetahui olahraga apa saja yang dinikmati oleh orang-orang di seluruh dunia, kamu hanya tinggal melihat daftarnya di Olimpiade saja. Banyak dari olahraga yang ada telah eksis selama ratusan bahkan ribuan tahun lamanya–namun, tetap saja masih menarik minat ribuan penonton ada di sana.

Namun ada juga lho, beberapa olahraga yang dulunya sempat sangat populer di satu tempat, tapi menghilang begitu saja ditelan oleh zaman.

Alasan punahnya olahraga ini macam-macam, dari pertandingannya yang sangat berbahaya bagi para pemain, penonton atau kadang hewan-hewan yang diikutkan di sana.

Beberapa mungkin ada yang asing dari daftar olahraga yang punah ini, namun ada juga olahraga di bawah ini yang kamu mungkin familiar dengannya, terutama bagi kamu pecinta film-film dari seluruh dunia. Wah, apa saja itu? Check this out!

10. Lomba Chariot

Lomba Chariot

Lomba Chariot

Perlombaan Chariot ini sangat populer di zaman Yunani kuno dan juga Roma, dimana jalanan akan kosong saat ada pertandingan–tepat seperti saat ada pertandingan final sepakbola.

Bahkan Lomba Chariot ini merupakan olahraga utama di awal-awal Olimpiade juga, lho. Tapi, sejak bubarnya Kekaisaran Roma, lomba ini juga perlahan menghilang entah kemana.

Dalam Lomba Chariot, para pemain akan ditarik oleh empat kuda dalam jarak sekitar 8,4 km. Di Roma kuno, para pemain akan dipisah-pisahkan ke dalam tim dan setiap timnya bisa berisi hingga tiga chariot. Nah, para penonton bisa mendukung atau bertaruh kepada salah satu tim ini.

Lomba ini sangat berbahaya karena para pemain tak hanya bisa mencambuk kuda lawan, tapi juga para penunggangnya.

Baca Juga : 7 Mobil Terlaris di Dunia Sepanjang Masa & Belum Terkalahkan

Chariot juga bisa dengan mudah bertabrakan satu sama lainnya dan kadang penunggangnya bisa terbunuh atau cacat permanen karena terjatuh atau terlilit tali kekang kudanya. Wah, brutal sekali, ya?

9. Jousting

Jousting

Jousting

Mungkin yang ini tak asing lagi bagi kamu pecinta film-film bertema abad pertengahan Eropa, karena biasanya mereka sering menampilkan olahraga khas para ksatria ini.

Jousting ini biasanya dilakukan untuk memperbutkan seorang wanita yang nantinya akan dinikahi oleh ksatria yang memenangkan Jousting ini.

Jousting dilakukan dengan dua peserta yang memakai pakaian zirah besi dan berhadapan satu sama lainnya di ujung lapangan. Mereka akan berlari menuju satu sama lainnya dan berusaha menjatuhkan musuhnya atau merusak tameng dengan tombak yang mereka bahwa.

Tak hanya sekali “lari” saja langsung selesai, tapi biasanya mereka berlari naik turun lapangan beberapa kali hingga salah satu pemain menyerah atau mengkalim kemenangan.

Jousting menghilang karena olahraga bertema kuda yang lain–dan yang tak terlalu berbahaya, mulai muncul dan populer.

8. Balapan Board Track

Balapan Board Track

Balapan Board Track

Balapan Board Track adalah balapan di atas lintasan memutar yang terbuat dari papan kayu. Perlombaan ini sangat populer di Amerika Serikat di awal abad ke-20, tepatnya awalnya muncul balapan jenis ini adalah di Los Angeles pada sekitar tahun 1909 dan menghilang di tahun 1930-an.

Board Track ini adalah pertandingan yang sangat berbahaya. Motor yang digunakan biasanya adalah motor yang dimodifikasi khusus dan bisa mencapai kecepatan maksimum, tapi tanpa adanya rem.

Sehingga sudah bisa ditebak, banyak kecelakaan parah yang tak hanya menimpa pemain tapi juga para penonton yang bisa terbunuh.

7. Camping

Camping

Camping

Tidak, bukan camping yang itu dimana kamu mendirikan tenda di tengah-tengah hutan dan melihat bintang-bintang malam, tapi camping di sini adalah sebuah olahraga bertema bola dari abad pertengahan yang menjadi dasar dari american football yang dunia kenal sekarang.

Dua tim yang berisi dari 10 hingga 15 pemain akan berhadapan satu sama lain saat bola dilemparkan ke udara.

Salah seorang pemain akan menangkap bola tersebut, berlari melewati pemain lawan dan rekan setimnya akan melindunginya selama pemain tersebut membawa bola. Mirip sekali dengan american football, bukan?

6. Naumachia

Naumachia

Naumachia

Naumachia adalah olahraga yang bertujuan untuk mensimulasikan peperangan laut asli. Biasanya para pemain adalah tahanan atau budak yang tak punya pilihan lain lagi selain bertarung satu sama lain.

Yup, mereka sering bertarung satu sama lain di Naumachia sampai mati semata-mata hanya untuk hiburan bagi para penonton saja.

Naumachia awal digelar pada abad ke-46 sebelum masehi untuk merayakan kemenangan Julius Caesar atas Pompey. Sekitar 6000 orang dipaksa untuk bertarung mirip dengan kru laut dari kapal Julius Caesar.

Olahraga ini membutuhkan banyak orang dan tentu saja uang yang tak sedikit, sehingga hilang sepenuhnya pada abad pertama masehi bukan sesuatu hal yang mengejutkan.

5. Gebuk-Gebukan Dengan Pemukul

Gebuk-Gebukan Dengan Pemukul

Gebuk-Gebukan Dengan Pemukul

Dalama Bahasa Inggris, olahraga ini disebut sebagai Club Swinging. Olahraga yang berasal dari India ini bertujuan untuk membangun kekuatan dan mobilitas dari para tentara.

Militer Inggris melakukan olahraga ini sebagai bagian dari rutinitas harian mereka saat menjajah India. Olahraga ini populer bagi pria dan wanita saat Era Victoria, bahkan ada stadiun khusus yang dibangun untuk olahraga ini.

Di Olimpiade Musim Panas 1904 dan 1932, olahraga gebuk-gebukan ini muncul juga, lho. Kedua olimpiade itu diadakan di Amerika Serikat dan tetap populer di sana sampai akhir tahun 1950-an.

4. Melempar Rubah

Melempar Rubah

Melempar Rubah

Tak sulit untuk menebak kenapa olahraga bernama “Melempar Rubah” ini menjadi punah sekarang–apalagi di zaman-zaman dimana organisasi-organisasi perlindungan hewan mulai menjamur.

Melempar Rubah adalah olahraga yang sempat populer di kalangan Bangsawan Eropa di abad ke-17 and 18.

Rubah (atau hewan lain) yang telah ditangkap akan dilepaskan ke sebuah arena dan mereka akan berlarian di antara tali-tali yang ada (lihat gambar di atas).

Dua orang pemain dari satu tim, masing-masing akan memegang ujung tali dan berusaha dengan cepat menangkap hewan tersebut dan melemparkannya ke udara dengan tali. Tim dengan lemparan tertinggilah yang akan menang.

3. Knattleikr

Knattleikr

Knattleikr

Knattleikr adalah olahraga kuno dari bangsa Nordic yang biasanya dilakukan oleh para Viking, mirip dengan olahraga lacrosse.

Para pemain menggunakan tongkat dengan tangannya dan berusaha memukul bola dari kayu keras-keras ke arah gawang. Senggol menyenggol antar pemain itu sudah hal biasa dan merupakan bagian tak terpisahkan dari olahraga ini.

Para pemain dari kedua tim akan berhadapan satu sama lain selama satu pertandingan penuh dan tak boleh ada yang menganggunya atau menganggu tim lain keculai lawan yang sudah ditentukan sebelumnya.

Tak hanya boleh mengejar musuh saja, tapi mereka juga boleh memukul musuhnya dengan tongkat dan bergulat dengannya–tak jarang hal ini membuat salah satu pemain terbunuh.

2. Main Bola Ala Mesoamerica

Main Bola Ala Mesoamerica

Main Bola Ala Mesoamerica

Olahraga kuno yang dimainkan di Mesoamerika di atas lapangan yang panjang dan sempit, sekitar 60 meter panjangnya. Aturan permainan ini gampang, yakni gunakan pinggangmu agar bola tak jatuh ke tanah. Olahraga ini juga berhubungan erat dengan sisi spiritual di peradaban Maya kuno.

Para pemain melempar bola masuk ke satu dari tiga ring yang terbuat dari batu besar yang ada di kedua sisi lapangan, tanpa menggunakan tangannya. Salah satu lapangan di Chichen Itza bahkan punya ring dengan tinggi 8 meter (gambar di atas).

Terdengar mudah, bukan? Namun dengan bola yang berukuran 10 hingga 30 cm dengan berat dari 0,5 kg hingga 3,5 kg, kenyataannya sangat susah. Apalagi jika bola berukuran lebih besar akan sangat berbahaya jika ada pemain yang terkena lemparan bola itu.

1. Pankration

Pankration

Pankration

Pankration adalah salah satu olahraga paling populer di awal-awal olimpiade digelar dan awalnya dikenalkan dalam Lomba Olimpiade pada tahun 648 sebelum masehi.

Yunani kuno menganggap olahraga ini merupakan salah satu cara terbaik untuk memamerkan kekuatan dan teknik. Bisa dikatakan kalau olaharaga ini merupakan kombinasi dari tinju dan gulat. Satu-satunya aturan yang ada adalah dilarang untuk mencungkil mata, hidung dan mulut.

Awalnya, para pemain bertarung secara telanjang dan dilumuri minyak di seluruh tubuhnya. Namun kemudian, mereka menggunakan thong di tangan dan lengannya.

Pemain akan kalah kalau mereka yang pertama jatuh tiga kali. Bahkan kadang, pertarungan selesai saat salah satu mati atau ada yang menyerah.

Baca Juga : 10 Mobil Dengan Desain Teraneh dan Buruk Di Dunia

Wow, mengejutkan sekali bukan olahraga-olahraga zaman dahulu? Mematikan dan tak ada ampun. Sepertinya hak-hak asasi manusia di zaman dahulu benar-benar tak dihargai ya, atau orang-orang zaman dulu memang lebih tangguh dan pemberani daripada zaman sekarang.