10 Hewan Peliharaan Eksotis yang Membunuh Pemiliknya

Hewan Peliharaan Yang Membunuh

Hewan Peliharaan Yang Membunuh

Apakah kamu pernah bermimpi atau berniat untuk suatu hari mempunyai hewan peliharan eksotis?

Beberapa orang berhasil mewujudkan hal tersebut dan tinggal dengan hewan liar di rumah mereka, lho. Sebut saja beruang, buaya hingga gajah juga ada.

Namun, karena memang dasarnya mereka adalah hewan dari alam liar, maka tentu saja banyak hal-hal tak diinginkan akan terjadi kepada hewan peliharaan eksotis daripada hewan peliharan biasa seperti kucing atau anjing, misalnya.

Apa saja itu?

10. Kasuari

Kasuari

Kasuari

Burung paling berbahaya di dunia adalah kasuari, bahkan mengalahkan emu dan burung unta. Kasuari punya kuku bagaikan pedang sepanjang 10 cm di kakinya.

Ditambah dengan kekuatan kakinya yang luar biasa, ia bisa saja membunuhmu dengan menendangmu atau merobek-robek tubuhmu.

Di Florida, pria berumur 75 tahun merupakan peternak dari kasuari sampai salah satu peliharannya tersebut menyerangnya di tahun 2019 ini. Berdasarkan laporan, ia tak sengaja jatuh ke tanah dan kasuari tersebut lalu menyerangnya.

Di tahun 2012 lalu, seorang pria juga pernah dikejar oleh kasuari hingga terpojokkan di tebing di atas danau. Kasuari tersebut lalu menendangya hingga pria tersebut jatuh ke danau yang ada di bawahnya.

Baca Juga : 10 Olahraga yang Sekarang Sudah Punah di Dunia

Pria tersebut selamat dan ia tak tahu kenapa kasuari tersebut menyerangnya karena ia tak melakukan apapun kepada burung tersebut.

9. Wapiti

Wapiti

Wapiti

Di pertaniannya di Australia, Paul McDonald dibunuh oleh wapiti. Keluarganya sudah lama membesarkan wapiti–yang biasanya sangat tenang, namun di tahun 2019 ini, tiba-tiba wapitinya menyerang.

Alasan dari penyerangan ini adalah karena perubahan hormon saat sedang musim kawin, sehingga wapiti akan menjadi lebih agresif.

Di suatu pagi, Paul ingin memberikan sarapan kepada wapitinya. Namun, kemudian sang istri dan si anak mendengar berisik-berisik dari kandang wapiti tersebut. Sang istri berusaha melerai, namun ia justru juga diserang oleh hewan tersebut.

Anaknya lalu dengan cepat meminta bantuan. Tak lama kemudian, paramedis dan polisi datang, mereka merawat luka-luka lalu menembak wapiti tersebut. Paul meninggal karena lukanya terlalu parah, namun istrinya selamat.

8. Kuda Nil

Di tahun 2011 lalu, pria dari Afrika Selatan bernama Marius Els dibunuh oleh kuda nil peliharannya yang ia namakan Humphrey. Kematian mereka benar-benar heboh karena Els dan Humphrey sering muncul di media massa dan video menunjukkan keharmonisan mereka berdua.

Sebuah video bernama, “My Pet Hippo: I Love Humphrey” diupload ke YouTube tak lama sebelum kematian Els. Humphrey adalah kuda nil yang diselamatkan Els saat bayi dari banjir–dan enam tahun kemudian, Humphrey membunuh Els dengan terus-terusan menggigitnya.

Els bukanlah korban pertama dari Humphrey, sebelumnya ia juga pernah menyerang beberapa sapi milik partner bisnis Els. Sejak saat itu, teman-teman Els sudah mewanti-wanti Els, karena kuda nil sendiri adalah salah satu hewan paling mematikan di dunia dan paling banyak membunuh daripada gajah, singa, leopard dan badak.

7. Monyet

Monyet

Monyet

Monyet memang bukan terlihat sebagai hewan paling berbahaya di dunia, namun gigitan dari seekor monyet tetaplah berbahaya. Di Malaysia tahun 2019 ini, ada seekor monyet yang menggigit hingga tembus ke berbagai pembulu darah.

Seorang pria berusia 72 tahun dan anaknya diserang oleh monyet peliharaan mereka saat mereka mencoba menyuruhnya untuk naik ke pohon dan mengambil buahnya. Si bapaklah yang meninggal, walaupun anaknya juga terluka dibagian lehernya.

6. Beruang

Beruang

Beruang

Di tahun 2009, seekor beruang hitam bernama Teddy membunuh salah satu pemiliknya. Walaupun namanya imut, tapi ia tak terlihat seperti itu.

Kelly Ann dan Michael Walz tinggal di Pennsylvania dan Michael juga punya ijin resmi sebagai penjual hewan peliharaan eksotis–namun, ijin tersebut kadaluarsa saat si beruang membunuh istrinya.

Sebelumnya, mereka berdua punya beberapa hewan yang dikandangkan di rumahnya. Hewan-hewan itu termasuk singa, macan, leopard dan beberapa kucing savanna bernama serval dan tentu saja si beruang.

Pagi itu Kelly Ann sedang membersihkan kandang si beruang saat musibah itu terjadi. Kelly memberikan makanan anjing kepada Teddy ke ujung kandang, agar Kelly bisa dengan bebas membersihkan kandang di sisi yang satunya lagi. Namun, ia tetap saja diserang.

Mereka berdua telah membesarkan beruang tersebut selama 9 tahun sejak beruang itu masih bayi. Bayi beruang memang mudah untuk dipelihara, tapi menurut para ahli, saat beruang berumur 4 tahun, maka hubungan kasih sayang yang mereka punya kepada pemiliknya akan hilang seiring munculnya insting liar dan sikap kasarnya.

5. Unta

Unta

Unta

Siapa yang bisa menolak hadiah bayi unta yang imut? Pada tahun 2007, Pam Weaver diberikan hadiah bayi unta dari suaminya. Mereka tinggal di Australia dan sebelumnya telah memelihara kambing, kanguru, emu dan kelinci.

Unta tersebut dipercaya sengaja menabrak Pam hingga jatuh lalu mendudukinya dan tentu saja hal itu membunuh Pam. Padahal, Pam telah membesarkan unta tersebut hampir sejak lahir dan untanya itu baru berusia 10 bulan saat musibah itu terjadi.

4. Buaya

Buaya

Buaya

Awal tahun 2019 ini, seorang wanita asal Indonesia jatuh ke penangkaran buaya yang di dalamnya ada buaya ilegal bernama Merry. Wanita itu bernama Deasy Tuwo. Dipercayai bahwa Deasy tak sengaja jatuh ke dalam kandang atau si buaya bisa melompat sejauh 2,4 meter tembok pembatas dan menyerang Deasy.

Memang bukan hal yang asing apabila buaya melompat seperti itu, karena di beberapa tempat mereka sering memberikan makan buaya dengan melambai-lambaikannya di udara agar buaya tersebut melompat untuk mendapat makanan tersebut.

Saat tubuh Deasy ditemukan, Merry telah memakan salah satu dari tangannya dan hampir seluruh perutnya. Untuk menangkap buaya tersebut, dibutuhkan tenaga dari polisi, tentara dan petugas konservasi sekaligus. Penangkapan tersebut berlangsung selama 3 jam.

3. Gajah

Gajah

Gajah

Dikarenakan lambang partainya adalah seekor gajah, maka sebagai bagian dari kampanye, Ram Lakhan Verma memelihara gajah. Namun, di tahun 2003 si gajah mulai bertingkah liar.

Jadi, Verma membawanya ke pinggiran desa dan mencoba untuk menenangkannya. Awalnya usaha tersebut berhasil, tapi tak lama kemudian, gajah tersebut ngamuk lagi.

Sebal melihat gajahnya tersebut tak bisa tenang, Verma mencoba untuk memukul kepala gajah tersebut dengan tongkat besi, tapi tongkat tersebut meleset dan justru masuk ke dalam telinga gajah.

Verma kehilangan keseimbangan, lalu terjatuh. Gajah itu panik dan kemudian menginjak Verma hingga meninggal, lalu berlari kembali ke desa. Namun, para penduduk desa susah siap. Mereka menembaki gajah tersebut hingga 200 kali.

2. Wildebeest

Wildebeest

Wildebeest

Wildebeest adalah salah satu speses kijang Afrika dengan berat ratusan kilogram dan punya tanduk besar nan lancip–namun, hal ini tak menghentikan pria dari Indiana untuk memelihara tiga wildebees: satu jantan dewasa, satu betina dewasa dan satu anak dari keduanya.

Di tahun 2004, Klaus “Dick” Radant diinjak sampai mati oleh salah satu wildebeest miliknya di halaman belakang. Istrinya menemukan tubuh dari Radant saat ia mulai menyadari kenapa suaminya tersebut tak kembali-kembali dari halaman belakang.

1. Black Mamba

Black Mamba

Black Mamba

Di Putnam, New York, pasangan suami istri memelihara sekitar 75 ular di rumahnya–termasuk juga seekor black mamba di sana. Black mamba sendiri merupakan ular dengan bisa mematikan nomor dua di dunia berdasarkan kekuatan neurotoxin-nya.

Ular-ular tersebut tentu saja tak diberi kebebasan kesana kemari di dalam rumah, tapi mereka disimpan ke dalam semacam aquarium yang terbuat dari kaca dan acrylic. Namun sayangnya, suatu hari, kandang dari black mamba tersebut entah kenapa bisa terbuka.

Di tahun 2011, seekor black mamba berukuran 1,5 meter menggigit pemiliknya Aleta Stacey di lengannya. Black mamba adalah ular dengan tingkat pembunuhan 100% dimana para korban gigitannya akan mati dalam 20 menit jika tak diberikan penanganan yang benar. Stacey meninggal karena gigitan tersebut karena ia tak mencoba memanggil bantuan.

Kepemilikan beberapa ular memang hal yang ilegal karena tentu saja lebih dari setengah populasi ular punya bisa yang fatal bagi manusia, seperti black mamba ini dan cobra (yang Stacey juga memilikinya).

Baca Juga : 10 Taman Bermain Paling Ekstrim dan Menyeramkan Di Dunia

Setelah membaca artikel ini, apakah kamu masih berniat untuk memelihara hewan eksotis? Mereka memang indah dan unik, namun mereka adalah hewan liar dan tempat mereka ada di alam terbuka, bukan terkurung di kandang sempit di sebuah rumah kecil di tengah kota. Jadi, pikirkan baik-baik ya sebelum berusaha untuk memelihara hewan-hewan di atas.