5 Tradisi Unik Ritual Pernikahan Setiap Negara di Dunia

Tradisi Unik Pernikahan

Tradisi Unik Pernikahan

Jika berbicara mengenai pernikahan tentunya lekat dengan tradisi yang ada pada negara masing-masing. Adanya tradisi dalam proses pernikahan dapat menjadikan pernikahan tersebut unik sekaligus tidak terlupakan. Tetapi keunikan yang ada di dalam tradisi pernikahan tersebut terkadang juga bisa membuat kita menjadi heran karena prosesnya.

Karena keunikan proses tersebut tidak jarang pada akhirnya ada beberapa pasangan yang memilih untuk tidak mengikuti tradisi pernikahan da nada juga beberapa pasangan yang pada akhirnya gagal menikah karena tradisi dari pernikahan tersebut.

Tidak hanya selama proses pernikahan berlangsung, beberapa negara memiliki tradisi yang terbilang cukup aneh bahkan setelah atau sebelum menikah.

Berikut ini siopung sudah merangkum lima negara dengan tradisi pernikahan paling unik. Mau tahu apa saja? Yuk, tetap disimak artikelnya!


1. Prancis

Tradisi Pernikahan di Prancis

Tradisi Pernikahan di Prancis

Negara kincir angin ternyata memiliki tradisi unik seusai menikah. Tradisi ini dinamakan ‘charivari’ yang berasal dari abad pertengahan.

Pada tradisi ini, setiap pasangan pengantin yang baru menikah, terutama jika usia pasangan tersebut masih terbilang muda – maka, mereka akan dijadikan bahan untuk diolok-olok oleh keluarga serta teman-teman.

Tradisi ini terbilang jahil karena rumah pengantin baru akan di datangi oleh teman-teman atau pun keluarga, biasanya akan terdapat pot maupun wajan penggorengan yang dipukul dengan keras sembari mereka bernyanyi serta berteriak-teriak agar suasana di rumah pengantin baru menjadi sangat bising.

Walaupun pengantin baru sedang berada dalam kamar, mereka tetap harus melayani tamu yang sudah datang tersebut.

Tujuan dari dilakukannya tradisi ini adalah agar pasangan pengantin baru tidak dapat bermesra-mesraan pada malam pertama mereka menikah.

Pasangan pengantin baru harus memberikan makanan serta minuman hingga tamu mereka pergi dari rumah. Pasalnya, jika pengantin baru tidak melayani tamu yang datang ke rumah mereka, maka tamu tersebut bisa saja menculik pengantin pria kemudian meninggalkan pengantin pria di tempat yang sangat jauh.

Setelah itu, jika pengantin pria tersebut ingin pulang maka pengantin pria harus dengan sendirinya menemukan jalan pulang tanpa mengenakan busana.

Baca Juga: 10 Hal Sepele yang Membuatmu Didenda & Dipenjara di Luar Negeri

Adanya tradisi ‘charivari’ ini dilakukan setelah mengambil sumpah pernikahan. Faktanya hingga saat ini, beberapa keluarga di Perancis masih tetap menggunakan budaya charivari untuk pasangan pengantin baru.

2. Mauritania

Pernikahan di Mauritania

Pernikahan di Mauritania

Mauritania merupakan negara yang tidak menggunakan mata uang pecahan desimal selain Madagaskar. Salah satu negara yang terletak di Afrika Barat mempunyai kepercayaan bahwa ukuran tubuh seorang wanita menentukan seberapa cepat wanita tersebut akan mendapatkan jodoh.

Dengan asumsi semakin gemuk atau besar tubuh seorang wanita, maka semakin cepat juga wanita tersebut mendapatkan jodoh. Hal ini sudah diberlakukan kepada wanita sejak mereka berusia lima tahun.

Dari semenjak kecil para wanita di Mauritania sudah dipaksa untuk meminum susu dalam ukuran mangkuk besar, selain itu mereka juga mengkonsumsi obatan-obatan yang berfungsi untuk membuat tubuh unta menjadi lebih gemuk.

Tradisi ini dikenal dengan nama leblouh, dimana anak perempuan mengkonsumsi kalori dalam per hari lebih banyak dibandingkan anak laki-laki dan jika anak perempuan tersebut tidak mau maka biasanya mereka akan tetap dipaksa untuk mengkonsumsi atau di cekokan sejumlah makanan.

Tidak jarang jika para wanita menolak maka terdapat ganjaran berupa kekerasan pada fisik agar para wanita mau membuka mulutnya.

Sebelum seorang wanita dari Mauritania menikah, mereka biasanya akan dibawa orang tuanya menuju ‘kemah lemak´ dimana nantinya anak perempuan akan diukur jumlah lemak yang berlebihan.

Bagi masyarakat Mauritania, wanita yang memiliki tubuh yang besar mencerminkan bahwa keluarga mereka sejahtera, sehingga anak perempuan pada keluarga tersebut tidak perlu bekerja.

Kemudian, semakin gemuk tubuh seorang wanita maka juga menandakan bahwa suaminya semakin kaya dan semakin banyak cinta suaminya untuk wanita tersebut.

3. Skotlandia

Pernikahan di Skotlandia

Pernikahan di Skotlandia

Skotlandia merupakan negara yang berbatasan dengan Inggris, sehingga tidak heran jika gaya hidup masyarakat Skotlandia hampir sama dengan Inggris. Namun, perlu diingat bahwa masyarkat Skotlandia memiliki budaya yang masih dipertahankan, salah satunya adalah rok tartan dengan pola kotak-kotak. Negara Skotlandia mempunyai tradisi pernikahan yang dinamakan dengan blackening.

Tradisi ini biasanya dilakukan di daerah pedesaan Skotlandia bagian timur.

Tujuan dari dilakukannya tradisi ini adalah untuk membuang adanya kesialan serta melatih mental calon pengantin wanita agar lebih siap untuk menghadapi pernikahan. Di Skotlandia para pengantin pria umumnya senang sekali dengan tradisi ini dan sangat bersemangat.

Tradisi pernikahan blackening ini akan membuat calon pengantin wanita menjadi kotor dan juga bau dengan dilumuri hal-hal yang tidak menyangkan, seperti : kotoran hewan, telur busuk, hingga bahan-bahan makanan yang sifatnya lengket.

Calon pengantin wanita yang dibawa mengelilingi kota dengan baju yang mirip dengan lap berwarna putih.

Uniknya, calon pengantin pria adalah orang yang akan melumuri calon pengantin wanita dengan bahan-bahan menjijikan apa saja yang mampu ia sediakan.

Sebagai catatan tambahan, tradisi ini memang bertujuan untuk membuat calon pengantin wanita menanggung penghinaan oleh publik agar pada saat menikah nanti calon pengantin wanita dianggap mampu untuk mengatasi segala kesulitan yang ada.

4. China

Pernikahan di China

Pernikahan di China

China merupakan negara yang menempati posisi nomer satu untuk populasi masyarakat paling padat. Mungkin banyak yang mengira bahwa Beijing, ibu kota China merupakan kota yang paling pada penduduknya.

Tetapi, menurut data yang ada ternyata kota Shanghai yang paling banyak penduduknya. Negara yang dikenal dengan ciri khas minuman tehnya ini ternyata juga lebih sering menggunakan sumpit sebagai alat untuk makan.

Berkaitan dengan tradisi pernikahan yang unik, terdapat suku Tujia serta Sichuan dengan tradisi unik bagi mereka yang hendak menikah. Untuk calon pasangan yang hendak menikah, suku Tujia mewajibkan mereka untuk menangis sebelum dilaksanakannya hari pernikahan.

Jika seorang wanita tidak menangis sebelum pernikahannya berlangsung, maka wanita tersebut akan dipandang tidak subur serta akan dipandang rendah oleh para tamu.

Tradisi tangisan ini bertujuan untuk menunjukkan rasa terima kasih serta ungkapan rasa sayang dari pengantin wanita kepada orangtuanya.

Air mata tersebut menunjukkan simbol dari adanya penyambutan terhadap pernikahan yang bahagia serta hal-hal bahagia dalam pernikahan.

Keunikan dari tradisi ini ternyata ada yang berlangsung sebulan sebelum calon pengantin wanita menikah. Bahkan, sepuluh hari setelah pernikahan tersebut ibu dari pengantin wanita menangis dan diikuti oleh nenek pengantin wanita selama dua puluh hari berturut-turut.

5. Indonesia

Pernikahan di Indonesia

Pernikahan di Indonesia

Indonesia dikenal dengan keragaman suku serta budayanya. Keanekaragaman tersebut membuat Indonesia sebagai salah satu negara yang menarik di mata dunia.

Bagaimana tidak? Dalam satu negara biasanya hanya menggunakan beberapa bahasa daerah saja, tetapi Indonesia memiliki 742 bahasa daerah.

Dari 742 bahasa daerah tersebut, penduduk Indonesia aktif menggunakan 10 bahasa daerah, seperti : bahasa Jawa, Sunda, Melayu-Indonesia, Madura, Batak, Bugis, Minangkabau, Aceh, Bali, dan Banjarmasin.

Disamping bahasa daerah, Indonesia juga kaya akan suku dan budaya. Oleh karena itu, tidak heran jika tradisi pernikahan di Indonesia ada banyak menyesuaikan dengan suku serta budaya yang juga ada.

Namun, dari sekian banyaknya suku serta budaya pernikahan yang ada terdapat tradisi pasca menikah yang unik dari suku Tidung, Kalimantan Utara.

Setelah menikah, pasangan pengantin baru tidak boleh ke kamar mandi untuk buang air kecil maupun buang air besar – dimana hal tersebut dilakukan secara terus-menerus selama tiga hari kedepan. Untuk mencegah pelanggaran tradisi ini, biasanya disedikan petugas untuk menjaga kamar mandi khusus bagi pengantin baru.

Selama tradisi ini dilakukan, pengantin baru juga diberikan makan serta minum dalam porsi yang sedikit.

Tujuan dari dilakukannya tradisi ini adalah agar pernikahan yang sudah berlangsung dapat tetap mesra, langgeng, memiliki banyak keturunan, serta terhindar dari musibah seperti : perselingkuhan maupun meninggalnya buah hati pada usia yang masih muda.

Baca Juga: 10 Ritual Pemakaman Paling Aneh dan Menyeramkan Di Dunia

Demikianlah lima negara yang memiliki tradisi unik sebelum menikah bahkan setelah menikah. Walaupun tradisi dari kelima negara diatas berbeda-beda, namun tujuan dilakukan tradisi tersebut adalah agar seseorang segera mendapatkan jodoh, mengalami pernikahan yang bahagia, dapat bertumbuh dewasa dalam pernikahan,  menjadi lebih sabar, dan juga kebaikan-kebaikan lainnya yang diharapkan setelah pasangan pengantin tersebut menikah.

Yang pasti, apapun tradisi unik pernikahan yang berlangsung dalam suatu negara harus dinikmati semaksimal mungkin ya! Karena kejadian tersebut hanya terjadi sekali dalam seumur hidup.